HIKING RYTHM

Yang dilakukan dalam hiking adalah kombinasi antara berjalan dan istirahat. Kombina’si yang baik antara ritme berjalan, kecepatan dan interval istirahat adalah yang membedakan antara orang yang sudah berpengalaman dengan yang masih pemula. Para pemula biasanya diawal akan berjalan terlalu cepat dan terlalu cepat beristirahat. Ia akan mulai jalan terlalu cepat lagi. Dalam hinking, ada konsep yang akan menentukan performa, stamina dan kenikmatan perjalanan, “Walking Rhythm (Ritme Berjalan)”.

KEUNTUNGAN RITME JALAN YANG BAIK

  • Dengan ritme jalan yang baik, kamu akan bisa istirahat secara berkala dengan baik. Bukan sekedar mengukur waktu istirahat saat sudah merasa lelah atau kehabisan napas. Lebih penting lagi, dengan mengetahui ritme jalanmu, kamu bisa merencanakan waktu perjalananmu.
  • Dengan ritme jalan yang baik, kamu akan mampu mengurangi ketegangan pada kaki, paru-paru dan seluruh organ tubuhmu. Dengan intensitas jalan dan istirahat yang baik, akan sangat mengurangi kelelahanmu di akhir perjlananan.
  • Dengan ritme jalan yang baik, aktifitas hiking juga bisa menjadi lebih menyenangkan. Dengan tubuh yang tetap bugar dan tidak tegang, kamu lebih bisa menikmati perjalananmu.

MENGEMBANGKAN RITME JALAN

Ritme jana tiap orang berbeda-beda, tergantung kemampua dan kondisi fisiknya. Tetapi ada ukuran idealnya dan hal tersebut bisa dilatih.

  • Cobalah berjalan dengan jarak langkah dan kecepatan yang stabil. Idealnya, seseorang mampu berjalan dengan stabil selama satu jam tanpa istirahat.
  • Saat berjalan, cobalah mengukur ritme jalanmu menyesuaikan kondisi medan dan cuaca serta berat barang bawaanmu.
  • Ritme jalan adalah kombinasi koordinasi seluruh bagian tubuh. Dari pernapasan hingga lambaian tanganmu, semua dalam satu harmoni dengan ritma yang sama.
  • Cobalah menghitung ritme jalanmu.
  • Saat berjalan, jangan merusak ritmemu dengan berhenti atau memperlambat secara sembarangan.
  • Yang paling sulit adalah menjaga ritme jalan saat melewati tanjakan atau turunan. Usahakan tetap berjalan dengan ritme yang stabil.

KECEPATAN

Kecepatan jalanmu sangat berhubungan dengan ritme jalan dan kapan kamu harus beristirahat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kecepatan jalan, antara lain:

  • Berjalan dengan cepat adalah kesalahan yang sering dilakukan para pemula. Berjalan cepat justru akan merusak tempo jalan dan hanya menghasilkan kelelahan di akhir perjalanan. Secara umum, berjalan biasa/ lambat lebih baik daripada berjalan dengan cepat. Berjalan dengan cepat dengan banyak istirahat, akan menghasilkan jarak tempuh yang sama dengan berjalan secara lambat. Bedanya, kamu akan merasa lebih lelah dengan berjalan cepat. Lebih jauh lagi, berjalan dengan cepat akan meningkatkan resiko kram atau cidera kaki.
  • Utamakan daya tahan dan durasi berjalan yang lebih lama dibandingkan kecepatan jalanmu.
  • Energi yang kamu habiskan akan tidak sebanding jika kamu berjalan dengan cepat. Perhatikan tabel di bawah ini untuk gambaran ketika kamu berjalan di medan datar:
Kecepatan Kalori

Per 100lb/jam

Faktor
2 mph / 3.2 km/jam 45 1
3 mph / 4.8 km/jam 90 2
4 mph / 6.4 km/jam 160 3.55
  • Dari tabel di atas, ditunjukkan bahwa energi yang digunakan untuk tiap menambah kecepatan 1 mil/jam (1,6 km/jam) akan bertambah dengan faktor dua kali lipat. Dengan berjalan lebih lambat, kamu akan bisa mencapai jarak yang lebih jauh dengan menghabiskan energi yang sama jika berjalan dengan lebih cepat.
  • Semakin cepat jalanmu, kamu akan membutuhkan waktu istirahat lebih banyak.

INTERVAL ISTIRAHAT

Seperti yang saya utarakan di atas, faktor penting dalam hiking adalah ritme jalan, kecepatan jalan dan interval istirahat. Maka, kita akan membahas tentang bagaimana interval dan cara istirahat yang baik.

  • Tujuan utama istirahat adalah untuk mengurangi interval detak jantung dan pernapasanmu serta untuk mengistirahatkan jantun dan paru-paru. Istirahat juga akan memberimu waktu membuang asam laktat yang terbentuk saat ototmu bekerja. Kelelahan sebenarnya akibat jumlah asam laktat dalam tubuh yang berlebihan.
  • Cobalah beristirahat dengan interval teratur dan jadikan istirahat sebagai bagian dari ritme jalan. Idealnya adalah istirahat selama 10 menit setiap berjalan selama satu jam.
  • Usahakan waktu istirahat tetap 10 menit, kecuali saat kamu perlu waktu lebih untuk makan siang atau makan malam.
  • Saat istirahat, segera lepaskan tas ranselmu dan tenangkan diri (rileks). Cari tempat teduh dan nyaman untuk beristirahat. Kamu bisa menggunakan ranselmu sebagai sandaran punggung.
  • Saat beristirahat dengan waktu lebih lama (untuk makan), lepaskan alas kakimu untuk mengistirahatkan telapak kaki. Jika memungkinkan, kamu bisa berjalan dengan kaki telanjang. Hal ini juga bisa mengurangi resiko kaki yang melepuh. Waktu istirahat yang panjang sebaiknya juga dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian yang basah karena keringat atau hujan dan memeriksa perlengka[an/ barang bawaanmu.

Istirahat adalah bagian tak terpisahkan dalam hiking. Dengan kombinasi ritme jalan, kecepatan dan istirahat yang stabil, akan sangat menambah performa perjalananmu.

 

 

About LK

Study HARD Study FUN

Posted on 14/04/2011, in Outdoor Activity, Scouting Resources and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: